Selasa, 05 April 2011

Random Movie Thought




Big Momma : Like Father Like Son
"Momma's got back-up."

✩✩

Ini dia instalmen terbaru dari seri komedi-action yg cukup populer, Big Momma. Well, nothing special about film yg digawangi oleh sutradara John Whitesell ini, masih menceritakan tentang agen FBI yg menyamar menjadi ibu2 gendut (yg gw masih bingung, kok penyamarannya keren abis, beda total) namun kali ini ditambahi dengan anaknya yg menyamar menjadi Big Daughter (that's what I called) untuk menghindari kejaran para mafia. Untuk tema sendiri sederhana dan cenderung sama dengan film2 yg sebelumnya, yaitu menghindari buruan mafia dengan penyamaran, ditambahi dengan bumbu2 komedi garing, action2 hambar dan kisah cinta yg terlalu menggampangkan. Alur yg dihadirkan pun langsung loncat ke anaknya, dialog2 yg dihadirkan pun tidak istimewa sama sekali. Ending juga terkesan flat2 saja. Yg menurut gw menarik justru Faizon Love yg memerankan Kurtis Kool, gokil abis!! Ngakak gw ngeliat dia! Dia stand out di antara para pemain utama yg aktingnya cenderung biasa2 saja. Overall, nothing special about this movie, dibilang menyegarkan juga tidak, membosankan juga tidak, FLAT bolehlah. Pokoknya, I'm not in love with this movie ..







******


Hereafter

✩✩✩✩✩

One word, BRILLIANT! Gw suka segala aspek di film garapan sutradara sekaligus aktor Clint Eastwood ini. He brought as a different level of science-supranatural movie dengan segala aspek yg sempurna, mulai dari para pemain, score, dialog, alur, latar belakang, dll ! Tidak ada kata membosankan, rumit atau apapun di film ini! Film ini merupakan satu kesatuan paket yg super lengkap, dengan akting para pemain utama yg super brilliant, dialog2 simple dan tidak terkesan menggurui, alur maju-mundur yg ditata sedemikian rupa sehingga tidak terkesan membingungkan, score yg mendukung, effect yg brilliant, dan tema yg unusual. Eastwood sukses merangkum semua aspek tersebut dengan sempurna dan menyajikannya dalam bentuk film yg benar2 layak untuk dinikmati. Ketika menonton film ini, kita diajak untuk melihat kematian dari ke3 sisi yg berbeda dari ke3 orang dengan latar yg berbeda pula, dengan benang merah kematian dan kekuatan supranatural itu sendiri. Para pemain utama, mulai dari Matt Damon, George and Frankie McLaren, dan Cecile De France mampu membawa emosi tersendiri atas apa yg mereka alami. Klimaks yg dihadirkan juga benar2 total, yaitu dengan mempertemukan ketiga tokoh utama tersebut dengan kaitan kematian itu sendiri. Ending yg dihadirkan juga dibuat menggantung namun mempunyai arti tersendiri bagi ke3 tokoh utama tersebut. Kecerdasan, miserable, kebingungan dan kesetiaan terpampang jelas sebagai aspek utama di film ini. Terserah orang mau percaya atau tidak percaya, yg penting film ini sukses menghibur dengan caranya tersendiri, dengan satu kesatuan yg lengkap dan tidak berkesan menggurui + effect yg tergolong simple namun menjadi nilai plus bagi film ini sendiri. Overall, I LOVE THIS MOVIE SO MUCH! HIGHLY RECOMMENDED!





Marie Lelay : "You know, as a scientist and atheist my mind was closed to such things. Oh, absolutely. Afterlife, near-death experiences Like everyone else, I thought people saw bright lights, Eden-like gardens and so forth because they were culturally conditioned to do so. But after 25 years in a hospice working with people, many of whom were pronounced dead but then miraculously survived. the account of what they actually experienced were so strikingly similar it couldn't just be coincidence. And add to that the fact that when they had these experiences they were almost all unconscious, a state in which my enemies agree the brain cannot create fresh."



*****


Crazy Little Thing Called Love

✩✩✩✩✩

This is the first ever movie yg bener2 sukses bikin gw cekikikan, senyum2 sendiri, sampe terharu mau nangis. Yap, film romantic-comedy bikinan Thailand ini bener2 EPIC! Ini adalah film Thailand favorit gw selain film2 horrornya dan tentu saja Hello Stranger dan Bangkok Traffic Love Story. Memang, cerita yg dihadirkan di film ini sangat sederhana, yaitu seorang cewek jelek yg berjuang mati2an untuk menjadi cantik demi mendapatkan pujaan hatinya yang ganteng dan idola sekolah. Score, latar, dialog, alur yg dihadirkan juga simple dan mudah dinikmati. Namun semua hal yg diceritakan di film ini terasa amat sangat nyata, jujur dan polos. Kita seakan2 ikut merasakan apa yg Nam rasakan. Aspek love and friendship benar2 kental di film ini. Film ini juga sukses membuat emosi gw campur aduk, mulai dari cekikikan lihat tingkah laku Nam dan teman2nya yg silly, senyum2 sendiri sama yg dilakuin Shone yg super sweet itu, ketawa ngakak ngeliat guru bahasa inggrisnya, sampe sebel ngeliat si Pin yg super sombong itu. Memang, transformasi Nam itu terbilang sangat mustahil, dari yg super jelek seperti itu jadi super cantik + populer + pintar + dicintai orang yg dicintainya. Namun itulah kelebihan film ini, memberitahukan kita bahwa we must fight for love, whatever the feedback is, yg penting kan kita sudah nyampein dan berusaha sekeras mungkin :) Two thumbs up buat team make up nya yg sukses ngebuat pemeran Nam, Pimchanok Luevisetpaibool jadi jelek lalu cantik abis ! Terlihat sangat mustahil bagiku :p Dan MARIO MAURER, pemeran Shone, SUPERB CUTEEEEEE !!!! Kalo senyum ga nahan, abs nya juga ga nahan, dan di film, HE'S SUPER HILLARIOUS AND SWEET !!! Gyaaaaaaa >< Konflik2 antara Shone dan sahabatnya yg waktu itu sangat menyukai Nam juga bikin gw gregetan, apalagi waktu ngeliat endingnya, TERHARU ABIS GW! SO SWEET !! Nearly cried gw, swear --v Pokoknya, FILM INI BENAR2 SAYANG UNTUK DILEWATKAN. Segala aspeknya sangat cocok sebagai hiburan nomor satu, konflik percintaan remaja sekaligus tale yg bikin lo berimajinasi punya kisah cinta kaya gitu :p


so sweet ><



bagaimana mungkin dari begini :

jadi begini :

MAGIC! :O




*****

-fin-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...